tidak ada ukuran pasti yang namanya bahagia itu seperti apa, tidak ada bukan ??
bahkan kadar kebahagiaan seseorang itu berbeda dengan orang lain
sebagian besar bahagia adalah ketika apa yang kita inginkan bisa sejalan dengan kenyataan yang terjadi, lalu saat apa yang kita inginkan tidak sejalan dengan kenyataan maka kita akan mengeluh, mencemooh, mengasihani diri sendiri dan berujung pada tidak bahagia !
lalu, timbul dalam pemikiranku, memang seperti itukah yang namanya bahagia ???
bukankah itu lebih ke arah egois,manja atau terlalu menuntut ??
haruskah tradisi bahagia seperti itu berlanjut terus dan terus ??
jika memang dari jaman dahulu kala itulah standar bahagia berarti kembali lagi saya harus mencari jawaban bahagia itu yang seperti apa.
jika dibuat mudah dan simple, sebenarnya bahagia terbesar dalam hidup manusia adalah kehidupan itu sendiri.
ya, tidak semua embrio dalam proses reproduksi ayah dan ibu kita yang berhasil membentuk suatu kehidupan bukan ? karena kita adalah peluang yang beruntung terus tumbuh dan tumbuh menjadi kehidupan.
seiring kehidupan, kehidupan kita terus menuju ke kesempatan-kesempatan yang berbeda-beda untuk berpetualang dan menikmati kehidupan. pertualangan itulah yang menciptakan pribadi-pribadi yang berbeda dan memiliki kebahagiaannya sendiri.
ya..lagi-lagi mereka perlahan menemukan kebahagiaan mereka sendiri dan terciptalah bahagia yang berujung pada arti Bahagia adalah saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan, apa yang kita usahakan, apa yang kita impikan.
dan karena sifat manusia yang tidak pernah puas, mereka selalu mencari lagi dan terus mencari yang lebih baik dari apa yang mereka dapat sebelumnya.
lalu timbul lagi pertanyaan baru bahagia itu akan tahan berapa lama ? sampai taraf yang seperti apa ?
godaan dunia, godaan ini itu membuat manusia lupa akan kata Syukur. sesaat syukur itu datang, namun keesokan harinya pencarian bahagia itu dilakukan lagi, ketika tidak bisa didapatkan mereka kembali lagi mengeluh, mengumpat, mengasihani diri sendiri, gelisah dan lupa akan kebahagiaan-kebahagiaan yang mereka dapat sebelumnya. ironis..karena secara tidak sadar, begitulah kita, MANUSIA.
lalu bagaimana mencapai bahagia yang bisa bertahan terus menerus bahkan semakin meningkat ??
cuma ada satu, yang bahkan diberbagai cerita indah Rasulullah, ayat-ayat Al-Qur'an telah jelas banyak digambarkan. dan sebagai umat Rasulullah kitapun pasti sudah pasti sangat mengetahui.
kita adalah Umat Pertengahan, Umat Rasulullah yang bisa mengimbangi mencari nikmat dunia dan tidak mengabaikan nikmat akhirat. ya..adil dalam mencari nikmat ALLAH untuk kehidupan dunia akhirat kita. hanya dengan ini, kita akan jauh dari sifat gelisah dan mengeluh. karena satu-satunya tujuan kita mencari nikmat dunia atau akhirat hanya satu RIDHO ALLAH SWT. dengan berlandaskan hal itu, apapun hasil yang kita dapet, insyallah kita akan bahagia dan ikhlas karena insyallah Ridho Allah SWT akan kita dapatkan.
Bahagia itu saat kita dianugerasi kehidupan ini oleh sang Kuasa
Bahagia itu saat kita bisa menikmati segala kesempatan dalam proses kehidupan kita
Bahagia itu saat kita terlahir menjadi Hamba ALLAH SWT dan terlahir sebagai Umat Rasulullah SAW
Bahagia itu saat kita bisa dengan ikhlas menerima hasil yang kita dapat, apapun itu, dengan tujuan hanya mengharap ridho ALLAH SWT
dan Bahagia terbesar adalah dalam setiap langkah kita, kita bisa selalu mendapat Ridho, Hidayah, Rahmat serta Barokah ALLAH SWT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar