Mengenai Saya

Foto saya
mengandalkan dan memainkan setiap sisi positif dari semua yang sedang aku hadapi :)

Kamis, 22 September 2011

cerita hijabku part. 1

berawal dari sebuah mimpi yang buat aku ketar ketir gak karuan semasa SMA. mimpi itu aku bilang juga merupakan teguran yang cukup halus bagi aku. setelah mimpi yang indah itu, pikiranku jadi ketakutan dan hati aku semakin mengerucut untuk memutuskan berhijab.

sebenarnya hijab tidak asing bagi aku. di kota yang memiliki slogan GERBANG SALAM, mengharuskan seluruh siswi dari taraf SD sampai SMA bahkan di jajaran pemerintahan menggunakan hijab. dengan kbijakan itu, selama 6 tahun aku sudah terbiasa menggunakan hijab selama jam sekolah dan terkadang juga saat jam bimbingan di sore hari.

karena mimpi tadi yang aku nilai sebagai anugerah, didukung lingkungan yang aku pun sudah terbiasa berhijab, aku memberanikan diri meminta izin ke ayah mama untuk menutup auratku. ini bukan keputusan yang mudah tetapi juga tidak sesulit itu sih. tapi gak tau kenapa kok keinginan itu kuat dan tanpa pemikiran yang muluk-muluk. aku hanya mengingat hadis RASULULLAH SAW dan firman ALLAH SWT yang aku rangkum dalam kalimat :
" menutup aurat itu WAJIB hukumnya bagi kaum muslimah, WAJIB dan hukum ini bukan PILIHAN"

keyakinan yang datang itu tidak semulus ijin yang diberi ayah dan mama ke aku. butuh pembuktian yang keras sampai akhirnya mama ayah mengijinkan aku benar-benar berhijab. sebenarnya ayah mama bangga karena kesadaran itu datang dari diri aku sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun, terlebih ayah mama waktu itu sudah menyandang bapak haji dan ibu hajjah. ketakutan ayah mama beralasan juga sih, alasannya :
1. saat itu tren fashion anak muda perempuan sedang booming banget dengan berbagai macam pilihan fashion dari ujung rambut sampai ujung kaki dan pastinya setiap remaja perempuan sedang labil untuk mencoba segala macam pilihan itu.
2. pilihan fashion itulah yang menjadi ketakutan terbesar ayah mama, mereka takut aku keputusanku berhijabku hanya sesaat karena dikelilingi oleh lingkungan dengan slogan gerbang salam. mereka menganggap hijab adalah hal yang tidak boleh dianggap mainan.
3. hobiku yang suka minta baju baru juga menjadi penyebab ayah mama ketakutan, mereka takut berhijab hanya menjadi salah satu alasanku untuk mendapatkan baju baru (secara otomatis kan semua baju lengan pendek akan diganti dengan lengan panjang).
4.waktu itu kurang setahun lagi aku akan memasuki tahap dunia mahasiswa yang pastinya godaan pergaulan terutama di kota yang lebih maju dari tempat asalku sangatlah besar. ayah mama tidak yakin aku bakal tetap yakin berhijab saat itu. berasalasan juga sih.
5. ayah mama menilai ibadahku masih kalang kabut, naik turun, dan masih labil. mereka memiliki pemikiran kalau mau mengikuti hukum ALLAH, mulailah dari hal-hal yang biasa dilakukan setiap hari seperti sholat lima waktu dan mengaji. ya...memang saat itu sholat dan mengajiku masih sering bolong sih.

dari semua alasan yang disampaikan ayah dan mama saat itu, 5 alasan paling dasar itulah yang menghalangi niatku berhijab.
tetapi setelah berpikir keras, alhamdulillah aku tetap NEKAT BERHIJAB hanya dengan keyakinan bahwa HIJAB WAJIB HUKUMNYA BAGI MUSLIMAH.

dan kenekatan itu aku mulai juga dengan menggunakan baju lengan panjang seadanya yang aku miliki dan hijab milik mama yang sangat beragam macamnya. aku memulai menggunakannya saat bimbingan di malam hari di salah satu tempat bimbingan belajar. sempat takut keluar kamar dengan hijab pertama, tetapi karena niat yang kuat, nekat aja, salim ke mama ayah dan langsung berangkat dengan membiarkan ayah dan mama bengong melihat anaknya berangkat bimbingan. dan kenekatan itu terus berulang di hari-hari berikutnya, bahkan ketika bepergian dengan ayah mama.

teman-teman sempet heran juga dengan perubahanku, bahkan juga seseorang terdekat (kita sebut dia Ello) di masa itu yang sebelumnya juga sudah aku mintai ijinnya kalau aku hendak berhijab. sahabat-sahabatku dan si Ello mendukung keputusanku, sangat mendukung malah.

waktu itu aku sudah lupa seperti apa style yang aku usung, karena dengan baju seadanya dan kerudung milik mama, aku agak kesulitan mencari jati diri style hijab pertamaku. sungguh random style-nya. tapi yang paling penting aku ingin menunjukkan kalau aku sungguh-sungguh dengan niatanku.

ternyata kenekatanku diperhatikan dan dipantau terus oleh ayah mama. sampai akhirnya mereka memanggilku dan mengajakku berbicara serius, yaa kurang lebih seperti inilah perbincangan kami :

ayah mama : "mbak, ayah mama perhatiin kamu akhir-akhir ini pakai jilbab terus. beneran kamu mau mau jilbab-an terus ????" (dengan muka serius dan penasaran)

aku : "hehehehehehehe...insyallah iya yah ma...ayu mau belajar jilbab-an terus"

ayah mama : "mbak...ayah mama bukannya gak ngijinin kamu jilbab-an, tapi jilbab itu bukan mainan loh ya,ayah mama gak mau ini cuma jadi alesan kamu aja"

aku : "ya ALLAH yah ma, ayu beneran pengen jilbab-an. jilbab kan wajib buat muslimah, ayah mama juga udah haji kan, selama ini ayu selalu diajarin agama kan sama mama ayah, ayu pengen buktiin kalo ilmu dari ayah mama sedikit demi sedikit bisa ayu terapin".

ayah mama : (menghela nafas) "yasudah, ayah mama udah mutuskan buat ngijinin kamu berjilbab asal dengan syarat gak boleh dibuka tutup, kalau dibuka ya dibuka aja terus ga usah dipake lagi, ayah mama ga mau jilbab dibuat mainan terus kamu juga benerin ibadah kamu dan jaga sikap kamu jangan sampe ngotorin nama keluarga dan jilbab kamu. apalagi ntar lagi kamu mau kuliah di luar kota dan yang pasti tanpa pengawasan langsung dari ayah mama. jaga perilaku sikap dan kepercayaan ayah mama. buktiin ke ayah mama kalau kamu bener-bener serius ma keputusan kamu. ngerti mbak ???"

aku : (cuma bisa bengong, mata berbinar dan berkejora dan rasanya seneng bangeeeeeeeet) "yeeeeaaaayyyy alhamdulillah !!!!!! makasi yah..ma...insyallah bakal ayu jaga terus keyakinan ini"

pengen rasanya waktu itu meluk ayah mama, tapi malu jadinya cuma joget-joget di kamar.
ijin udah dapat tinggal terus mempertahankan keyakinan dan terus bisa belajar agama jadi prioritas utama. merasa semakin bangga terlahir sebagai umat RASULULLAH.
dan prioritas kedua saat itu, sudah saatnya menentukan jati diri hijab dengan style apa yang bakal aku terapin biar hijab jadi fun, seru dan menarik.

--- bersambung ke part.2 dan ASAP bakal aku tulis lagi :)
keep positive thinking darl.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar